Gunung Lewotobi Meletus Dahsyat

Gunung Lewotobi Meletus Dahsyat: Status Siaga, Ribuan Warga Dievakuasi

Flores Timur, Nusa Tenggara Timur – Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi dengan meletus dua kali secara beruntun pada awal Agustus 2025. Letusan yang terjadi pada 2 dan 3 Agustus tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi lebih dari 11 kilometer ke langit, serta menghasilkan awan panas (pyroclastic flow) yang meluncur sejauh 5 kilometer ke arah barat daya.

Kronologi Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki

Letusan pertama terjadi pada 2 Agustus 2025 pukul 06.28 WITA, disusul letusan kedua pada 3 Agustus pukul 11.47 WITA. Menurut data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu terlihat tebal berwarna kelabu hingga coklat tua, dengan tekanan tinggi dan disertai suara gemuruh kuat.

Material vulkanik menyebar ke wilayah seluas 20 kilometer dari puncak gunung, dengan laporan hujan abu mencapai wilayah pemukiman di Desa Boru, Konga, dan Pululera.


Status Gunung Lewotobi: Siaga Level III

PVMBG menetapkan status Siaga (Level III) sejak 3 Agustus 2025. Warga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif. Aktivitas vulkanik ini juga berpotensi memicu banjir lahar dingin, mengingat curah hujan tinggi di wilayah Flores Timur dalam beberapa hari terakhir.


Ribuan Warga Dievakuasi: Situasi Terkini di Lokasi

Pemerintah Kabupaten Flores Timur bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengevakuasi lebih dari 3.500 jiwa dari 9 desa terdampak, termasuk Boru, Hokeng Jaya, dan Nurabelen.

Pengungsi ditempatkan di posko darurat yang tersebar di 5 kecamatan. Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa, namun beberapa warga mengalami gangguan pernapasan akibat abu vulkanik.

“Kami mengutamakan keselamatan warga. Bantuan logistik dan medis sudah kami distribusikan sejak hari pertama,” ujar Kepala BPBD Flores Timur, Agustinus Laga.


Dampak Letusan Gunung Lewotobi Terhadap Penerbangan dan Aktivitas Ekonomi

Letusan Gunung Lewotobi menyebabkan gangguan pada aktivitas penerbangan di Bandara Gewayantana dan Bandara Frans Seda. Sejumlah maskapai menunda atau membatalkan penerbangan karena visibilitas terganggu oleh abu vulkanik.

Sementara itu, pertanian warga juga terdampak. Lahan sayur, kopi, dan cengkeh di kaki gunung dilaporkan rusak akibat hujan abu dan suhu panas ekstrem.


Langkah Mitigasi dan Imbauan Resmi Pemerintah

Pemerintah daerah bersama BMKG dan PVMBG terus melakukan pemantauan. Masyarakat diminta untuk:

  • Tidak berada dalam radius 5 km dari kawah.
  • Menggunakan masker dan pelindung mata saat berada di luar.
  • Menjaga sumber air bersih dari kontaminasi abu.
  • Mendengarkan informasi resmi dari pemerintah, bukan hoaks di media sosial.

Profil Singkat Gunung Lewotobi Laki-Laki

  • Lokasi: Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur
  • Tinggi: 1.584 meter di atas permukaan laut
  • Tipe Gunung: Stratovolcano (kerucut)
  • Letusan terakhir signifikan: Tahun 2014 (sebelum 2025)
  • Pasangan gunung: Gunung Lewotobi Perempuan (berdampingan)

Kesimpulan

Letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki menjadi pengingat kuat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana alam di wilayah rawan vulkanik seperti Indonesia. Dukungan cepat dari pemerintah, kesiapan warga, serta informasi yang akurat akan menjadi kunci mengurangi risiko korban dan kerugian lebih besar.

Masyarakat diharapkan tetap tenang, waspada, dan mematuhi semua arahan dari pihak berwenang hingga kondisi kembali aman.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *